Reuni?

Kata reuni sebetulnya salah satu dari banyak kata yang tadinya saya benci di kamus hidup saya. Kata lain yang saya benci daftar sebetulnya banyak tapi yang ini ditulis lebih dahulu karena lagi mood hehehe...

Bukan apa-apa, sebab reuni dalam bayangan saya sesuai definisi adalah sekumpulan orang-orang dalam beberapa waktu tidak bertemu lalu berkumpul lagi dan menceritakan masa lalu yang mungkin penuh dengan kenangan entah pahit atau manis dan kemudian membagi cerita kehidupannya sekarang entah pahit atau manis juga.

Sudah begitu saja, tidak ada istimewanya reuni menurut saya. Bahkan saya seringkali menghindar ketika teman-teman kuliah saya bercerita tentang masa remajanya, tidak ada yang menarik untuk saya dengarkan, lebih baik berpikir masa depan yang belum dijalani dalam hati saya.

Saya sendiri merasa heran ibu saya acapkali menghadiri acara reuni baik itu reuni smp, sma sampai alumni kampusnya. Begitu juga saudara saudara dari ibu dan bapak saya seringkali diniatkan berangkat dari Jakarta ke Solo hanya  untuk menghadiri acara reunian teman-temannya di tengah padatnya pekerjaan.

Apa asiknya siy sampai rela bepergian jauh dan mengenang cerita lama yang sebetulnya tidak bisa dirubah? Toh waktu berjalan maju tidak mungkin mundur meskipun diceritakan ulang, bukankah begitu? Itu pikiran saya sebelum akhirnya saya berpikir ulang tentang makna reuni ini. Ada sesuatu yang bagi saya menarik untuk dituliskan daripada saya lupa nantinya hehehe...

Jadi begini ceritanya, salah seorang teman smp saya mengundang ke sebuah grup obrolan dimana anggotanya adalah alumni tempat saya pernah menimba ilmu dulu sewaktu bocah di kota Solo.

Awalnya saya pikir grup ini akan sepi obrolan dan saya berniat tidak aktif saja di dalam grup, namun ternyata dugaan saya salah. Banyak cerita menarik dari teman teman smp saya mulai dari pekerjaan, keluarga hingga kegiatan yang dilakukan sekarang ini dan bagi saya sama sekali tidak membosankan untuk dibaca.

Bahkan saya seringkali menyempatkan membaca obrolan kembali meski sudah ratusan chat tidak terbuka (kalo lagi sok sibuk xD) dan bisa tertawa sendiri saat membaca obrolan teman-teman yang asik bercerita dan bercanda.

Tidak terasa memang ternyata banyak teman smp ini sudah tidak berkomunikasi lebih dari 15 tahun. Meskipun banyak yang 1 sekolah dengan saya setelah lulus smp namun banyak juga yang lainnya tidak pernah mengadakan kontak lagi di rentang waktu selama itu meskipun hidup di kota yang sama dan baru ketemu lagi di grup ini.

Ya ternyata 15 tahun bukan waktu yang sebentar untuk dijalani seorang manusia, tentu banyak sekali cerita menarik di dalamnya. Ada yang hidup dan mencari nafkah di luar Jawa, ada yang sudah menjadi penyanyi, pegawai, pns, guru, bikin wirausaha, polisi, ibu rumah tangga sampai masih kuliah (saya doank kayanya hahaha...) Lengkap semuanya.

Senang rasanya mendengar cerita mereka semua hingga seringkali saya mengikuti obrolan hingga tengah malam. Dan herannya lagi masih banyak teman-teman saya ini kuat betul ingatannya hingga momen kecil saat smp masih ingat dengan detail. Entah makan apa teman-teman saya ini hingga begitu sakti hahaha...

Banyak juga cerita kenangan saat smp yang baru saya ketahui saat di bergabung di grup seperti cinta monyet antara 2 teman, cinta yang tak terungkap dan baru terbongkar sekarang dan kenakalan saat bocah lainnya.

Saya sebetulnya tidak lupa permanen semua momen itu tapi saya sering ingat kejadiannya setelah ada yang menceritakan lagi lengkap dengan waktu kronologis dan tempat kejadian perkara (yang bagian ini lebay siy xD)

Mungkin ingatan saya buruk kecuali bagian yang berkesan di hidup saya saja atau mungkin saya tercemari perkataan Sherlock Holmes yang mengatakan hematlah otakmu untuk menyimpan ingatan yang berguna saja jadi kau bisa berpikir jernih hahaha...

Dari cerita cerita gembira di obrolan ini kadang juga terselip kabar duka, misalnya ada teman smp saya (yang tidak begitu saya kenal) ternyata sudah mendahului meninggal dunia, sedih rasanya meskipun saya tidak kenal tetap ada sesuatu yang hilang begitu membaca beritanya. Semoga yang mendahului mendapat tempat terbaik di sisiNya, Amin..

Nah dari grup chatting itu ternyata tidak hanya berhenti di obrolan maya saja, banyak teman-teman yang kemudian mengadakan acara dan bertemu kembali di dunia nyata. Saya sendiri belum bisa bergabung sebab belum kembali ke kota Vorstenlanden dimana sudah beberapa kali diadakan acara ketemuan tersebut.

Tapi dari foto yang dibagikan di grup saya ikut merasakan senang setiap kali diadakan acara, aneh memang sesuatu yang tadinya saya benci sekarang saya rasakan begitu menyenangkan meski belum ikut bergabung berkomunikasi secara langsung.

Barangkali perasaan seperti yang saya alami ini menjawab pertanyaan kenapa film AADC ada sekuelnya lagi dengan cerita yang dipaksa nyambung atau film Warkop DKI yang di remake dengan artis artis yang dipaksakan berakting mirip (meskipun hasilnya menurut saya justru menyedihkan).

Contoh lain sebut saja buku generasi 90-an yang isinya cerita segala pernak pernik orang yang besar di masa MTV jaya entah itu pakaian, lagu hingga mainan saat kecil semuanya laku keras bak kacang rebus di pasaran.

Di dunia politik pun tak jauh beda slogan "isih penak zamanku to?" yang kondang menjelang pemilu presiden yang lalu seolah ingin membawa masyarakat ke masa orde baru sebab ada bayangan ketertiban​ di era itu (dan sebenarnya palsu juga).

Kembali ke paragraf awal saya, orang selalu rindu masa lalu sebab ada kedamaian dan ketenangan dimana kejadiannya tidak bisa dirubah namun tetap manis dikenang, Namun baru saya sadari bukan berarti reuni dan nostalgia tidak penting.

Seperti halnya Bung Karno pernah berkata Jangan Sekali-kali Melupakan Mantan eh Sejarah, saya sendiri banyak belajar dan refleksi apa-apa yang pernah saya lakukan dan belum saya lakukan dari cerita cerita di grup reuni ini.

Entah baik atau buruk kenangannya, bagaimanapun cerita saat smp tersebut sudah menjadi bagian hidup saya, sejarah saya sendiri di dunia ini yang bisa jadi pijakan untuk saya melangkah kedepannya. dan semoga komunikasi dengan teman-teman lama saya tetap terjalin dan menjadi salah satu jalan untuk berproses menjalani hidup.

Bukankah sudah Sunatullah setiap orang belajar dari kesalahan dan selalu ingin menuju kesempurnaan?

(Buitenzorg, 15 April 2017 - Ditulis ditemani es kopi dan lagu Payung Teduh biar terlihat kekinian \m/)

Share:

0 comments